Serpihan Yang Luruh Sendiri

 









Serpihan yang luruh sendiri



Dullu Kau adalah konstela yang kutitipkan rahasia, kını hanya siluet di tepi memoriku yang Mengabur Aku berduka dalam renyar, meratapı retakan yang kurasa salahku, padahal retakan itu sudah ada jauh sebelum kau Pergi 

sempat kusangka cintaku padanya

Yang mengikis kita 

tapi perlahan aku paham 

kau bukan luruh karena aku memilih 

kau luruh karena memang tak pernah benar-benar berdiri 

Waktu adalah dekonstruksi yang jujur Ia membongkar apa yang kukira persahabatan, ternyata hanya Simbiosis semu, Peranku, bukan kehadiranku 

Dan kını aku berdırı dışını, tidak lagi meratap, hanya sedikit melankolis pada versi diriku yang terlalu percaya Pada mereka yang Pandai berkamuflase sebagai rumah

Komentar