Serpihan yang luruh sendiri
Dullu Kau adalah konstela yang kutitipkan rahasia, kını hanya siluet di tepi memoriku yang Mengabur Aku berduka dalam renyar, meratapı retakan yang kurasa salahku, padahal retakan itu sudah ada jauh sebelum kau Pergi
sempat kusangka cintaku padanya
Yang mengikis kita
tapi perlahan aku paham
kau bukan luruh karena aku memilih
kau luruh karena memang tak pernah benar-benar berdiri
Waktu adalah dekonstruksi yang jujur Ia membongkar apa yang kukira persahabatan, ternyata hanya Simbiosis semu, Peranku, bukan kehadiranku
Dan kını aku berdırı dışını, tidak lagi meratap, hanya sedikit melankolis pada versi diriku yang terlalu percaya Pada mereka yang Pandai berkamuflase sebagai rumah

Komentar
Posting Komentar